oleh Wawan TBH
Sahabats…
Marilah kita meluangkan waktu sejenak untuk mengapresiasi surat pembukaan dari Al-Quran yang sekaligus Ummul Kitab (kitab induk) dari Al-Quran. Rasulullah saw. menyebutkan bahwa dalam surat ini banyak sekali terdapat keutamaan.
Pada awal dari Al-Fatihah, Allah SWT. membimbing kita untuk selalu mengawali segala aktivitas kita dengan menyertakan Dia yang juga Ar-Rahman (Maha Kasih Sayang) serta Ar-Rahim (Maha Penyayang) di dalamnya.
Berikutnya setelah itu, kita Diabimbing untuk senantiasa mensyukuri segala yang terjadi pada kehidupan kita dengan ridho dan memuji-Nya, Pengatur dan Pemelihara Alam semesta seisinya (Rabbul Alamin)
Berkaitan dengan pujian ini, Allah menegaskan sekali lagi bahwa Dia adalah Ar-Rahman (Maha Kasih Sayang) sera Ar-Rahim (Maha Penyayang), Yang sekaligus Penguasa Hari Ad-Din (maliki yaumiddin)
Eh.., apakah hari ad-din itu?
Kemudian Dia mengajarkan tentang status posisi antara kita ciptaan-Nya dengan Dia sebagai sesembahan atau Zat yang ditujukan semua pengabdian padanya sekaligus Dia-lah asal dari segala pertolongan kepada seluruh ciptaan-Nya. Jadi kitalah yang membutuhkan Allah, kita yang memerlukan petunjuk-Nya untuk bisa mengabdi dengan benar. Dengan bahasa yang Dia sebut hidup di atas shiratal mustaqim.
Lagi-lagi…, apakah yang dimaksud shiratal mustaqim itu?
Nah.., Allah beritahukan bahwa shiratal mustaqim adalah jalan hidup bagi mereka yang memperoleh kenikmatan dari-Nya.
Sahabats…
Sekarang marilah kita susun pertanyaan2 introspektif untuk memperdalam apresiasi kita masing-masing:
- Sudahkah pada setiap waktu, setiap aktivitas kitaselalu kita awali dengan penyertaan Allah di dalamnya?
- Seringkah kita membiasakan menerima hasil apa pun dari pekerjaan/aktivitas kita dengan penuh rasa syukur dan pujian kepada-Nya?
- Sudah sedalam apakah pemahaman kita tentang:
a. Ar-Rahman?
b. Ar-Rahim?
c. Al-Malik?
d. Hari Ad-din?
e. na’budu (pengabdian, penghambaan) ?
f. nasta’in (memohon pertolongan) ?
g. shiratal mustaqim ?
h. golongan yang Allah beri nikmat?
i. golongan yang sesat?
j. golongan yang Allah murkai?
Nah sahabats…
tentu tiada ruginya, jika setiap ada kesempatan kita selalu berusaha meningkatkan pemaknaan dan penghayatan kita berkaitan dengan ayat-ayat di atas.
Setuju?
Semoga Allah senantiasa merahmati dan memberkahi kita…amien []