Wednesday, May 21, 2008 | 14:53
Renungan

oleh: Wawan TBH

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”
(QS. Yusuf [12]: 111)

Sahabats…
Berbagai cara kita tempuh dalam memahami arti, rahasia, dan hakikat kehidupan. Antara lain dengan wacana, diskusi, teori, praktek dalam berbagai bidang kehidupan, dan mempelajari kisah-kisah kehidupan seseorang, khususnya para tokoh teladan ummat.

Disini, kita akan membahas, khususnya tentang kajian kisah hidup seseorang tokoh teladan, karena prestasinya yang cemerlang di mata Allah SWT.

Terdapat beberapa keutamaan dari melakukan kajian tersebut, a.l.:
1. Kita akan dapat menyaksikan kesempurnaan Allah sebagai Pencipta sekaligus Pemelihara manusia.
(selanjutnya…)

Wednesday, May 14, 2008 | 10:43
Hadist Tashawwuf

Sahabats…
Ada baiknya, di tengah bangsa kita yang sedang melakukan pendidikan politik dan bernegara terhadap rakyat, sejenak kita renungkan sabda-sabda Rasulullah SAW berkenaan tentang Pemimpin dan Kepemimpinan berikut. Semoga Allah membimbing kita…amien.

Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam (amir) pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang isteri pemimpin dan bertanggung jawab atas penggunaan harta suaminya. Seorang pelayan (karyawan) bertanggung jawab atas harta majikannya. Seorang anak bertanggung jawab atas penggunaan harta ayahnya. (HR. Bukhari dan Muslim)
(selanjutnya…)

Monday, May 5, 2008 | 17:01
Nasihat | Renungan

oleh : Wawan TBH

Suatu saat, Sang Guru memberikan nasihatnya di hadapan beberapa muridnya, “Anak-anakku, jika kedudukan (maqam) kalian dihadapan Allah itu mandek atau turun, hal itu disebabkan karena kalian berbuat kesalahan. Oleh karena itu kalian harus berjuang/berjihad…”

Mendengar itu, saya yang saat itu berada di antara para murid, tertunduk, menyadari kebenaran nasihat dan penilaian beliau sebagai seorang guru tentang kondisi kami para muridnya, tertama untuk kondisi saya.

Saya menyadari bahwa selama berguru ada kesalahan yang mendasar, yang saya lakukan. Kesalahan itu adalah bahwa saya sudah lama berada di dalam suatu thariqah, tetapi selama ini saya masih menjalani kehidupan dengan standar perilaku orang awam.
(selanjutnya…)

| 16:31
Sufi di Nusantara | Komunitas Tashawwuf Nusantara | Pejuang Din Al-Islam

Sufi Legendaris dari Nangroe Aceh

Sejak lama Aceh telah dikenal sebagai satu-satunya daerah yang aksentuasi keislamannya paling menonjol. Selain menonjolnya warna keislaman dalam kehidupan sosio-kultur di sana, ternyata di Serambi Mekah ini pernah tersimpan pula sejumlah Sufi ternama semisal Samsuddin Sumatrani.

Syamsuddin Sumatrani adalah salah satu tokoh sufi terkemuka yang telah turut mengguratkan corak esoteris pada wajah Islam di Aceh. Sayangnya perjalanan hidup sang sufi ini sulit sekali untuk dirangkai secara utuh. Hal ini selain karena tidak ditemukannya catatan otobiografisnya, juga karena langkanya sumber-sumber akurat yang dapat dirujuk.
(selanjutnya…)

| 16:30
Hadist Tashawwuf

Sahabats…
Mengetahui tentang hal-hal yang berkaitan dengan kondisi alam kubur, biasanya akan menyemangati kita untuk mencari bekalnya. Marilah kita sama-sama merenungi nasihat Rasulullah SAW berikut…
Semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam mempersiapkan diri mencari bekal perjalanan jiwa kita ke alam setelah ajal menjemput kita..amien.

Berkenaan tentang siksa kubur Rasulullah Saw. diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit dalam Shahih Muslim ketika Nabi Saw. berada di sebidang kebun Bani Najjar mengendarai keledai, kami ada bersama beliau. Tiba-tiba keledai itu membelok sehingga beliau hampir terjatuh. Kiranya di sana terdapat empat atau enam kuburan.

Beliau bertanya,” Siapakah di antara kalian yang tahu, kuburan-kuburan siapakah ini?” Seorang laki-laki menjawab,”Aku.”, “Kapankah mereka meninggal?”, Tanya beliau lagi. “Mereka mati ketika masih dalam kemusyrikan”. Kemudian beliau bersabda, “ Mereka sedang disiksa dalam kubur. Seandainya aku tidak khawatir kamu semua akan takut menguburkan mayat karena itu, niscaya akan kumohonkan kepada Allah Ta’ala supaya Dia memperdengarkan kepadamu sekalian bagaimana dahsyatnya siksa kubur seperti yang terdengar olehku.”
Kemudian beliau hadapkan wajahnya kepada kami seraya bersabda,” Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksa neraka.” Kata para sahabat,” Kami berlindung kepada Allah dari siksa neraka.” Sabda beliau, “ Berlindunglah kamu sekalian kepada Allah dari siksa kubur.” Kata para sahabat,” Kami berlindung kepada Allah dari siksa kubur.” Sabda beliau, “ Berlindunglah kamu sekalian kepada Allah dari fitnah, baik yang nyata maupun yang tersembunyi.” Kata para sahabat,” Kami berlindung kepada Allah dari fitnah, baik yang nyata maupun yang tersembunyi.” Sabda beliau,” Berlindunglah kamu semua dari fitnah (bencana) Dajjal.” Kata para sahabat,” Kami berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal.”
(HR. Muslim No. 2444)