Alam Jabarut, Alam Malakut, dan Alam Mulk
oleh: Wawan TBH
Sahabat2 yang baik..
Mungkin ada di antara kita, yang sudah lama berkegiatan dalam kehidupan ini, tapi mungkin agak asing dengan judul di atas.., memang alam apaan tuh?

Yuk kita coba membuka wawasan terhadap yang ‘asing2′ dalam kehidupan kita.., tentunya sambil nggak lupa minta petunjuk dari Allah SWT agar tidar nyasar2 ke pengetahuan yg tidak Haq..
Saya mencoba berbagi apa yang saya peroleh dari Guru2 saya, Insya Allah..
Kata beliau, ada berbagai istilah dalam memahami berbagai jenis alam. Di antaranya 3 buah alam yang diberi istilah Alam Jabarut, Alam Malakut, dan Alam Mulk.
Alam Jabarut, adalah alam yang “paling dekat” dengan aspek2 Ketuhanan, penghuni alam Jabarut adalah ’sesuatu yang bukan Allah dalam aspek Ahadiyyah’, melainkan derivasi dari aspek Ahadiyyah yang tertinggi selain apa pun yang ada. Misal penghuni alam ini adalah Nafakh Ruh (Tiupan Ruh Allah) yang mampu manghidupkan jasad, Ruh Al-Quds.
Sedangkan, Alam Malakut adalah suatu alam yang tingkat kedekatan dengan aspek Allahnya lebih rendah dari Alam Jabarut, namun masih lebih tinggi dari Alam Mulk. Baik Alam Jabarut maupun Alam Malakut, keduanya adalah realitas/wujud yang tidak dapat ditangkap oleh indera jasadiah kita. Indera jasad biasanya hanya bisa menangkap sesuatu yang terukur secara jasad, sedang Alam Jabarut dan Alam Malakut memiliki ukuran melampui ukuran jasad.
Misal penghuni Alam Malakut adalah malaikat, An-nafs(jiwa).
Nah, sekarang tentang Alam Mulk, adalah alam yang tingkat kedekatannya dengan aspek Allah adalah yang paling rendah. Dalam wujudnya terbagi menjadi 2, yang tertangkap oleh indera jasad dan yang gaib (dalam arti tidak tertangkap/terukur) bagi indera jasad. Jadi karena keterbatasan indera jasad kita, ada wujud yang sebetulnya bukan penghuni alam-alam yang lebih tinggi dari alam Mulk, tetapi juga tidak tertangkap kemampuan indera jasad.
Yang terukur oleh indera jasad contohnya tubuh/jasad manusia, jasad hewan, jasad tumbuhan. Penghuni alam Mulk yang tidak terukur oleh indera jasad contohnya adalah jin dengan segala kehidupannya. Jin dengan segala kehidupannya bisa dimengerti oleh indera-indera malakuti (indera-indera an-nafs/jiwa)
Guru kami selanjutnya menjelaskan bahwa manusia, adalah satu-satunya ciptaan Allah SWT yang memiliki potensi menyatukan ketiga penghuni tertinggi dari Alam Jabarut, Alam Malakut dan Alam Mulk dalam dirinya. Bahkan, untuk itu Allah menambahkan perangkat Qalb (hati), yang dapat melintas ke alam malakut sekaligus alam mulk. Jadi Qalb (hati), adalah bagian dari diri kita yang dapat kita gunakan dengan seizin Allah sebagai penciptanya, untuk memahami kejadian-kejadian alam malakut maupun menjembataninya dengan indera jasad kita.
Jadi kalau menurut beliau, ketiga penghuni alam tersebut dalam diri kita, Ruh/nafakh ruh, an-nafs/jiwa dan aspek jasad kita (plus qalb) hendaknya kita optimalkan sesuai hukum alamnya masing2, agar pengabdian/ubudiyyah kita kepa Allah Rabbul alamin bisa sesuai seperti yang Dia Kehendaki… Wallahu a’lam bi shawwab.
Sahabats,
Demikianlah oleh2 yang dapat saya bagi, benarkah yang haq begitu? ataukah pemahaman yang selama ini kita pahami yang lebih haq?
Mari kita buktikan sama2 dengan meningkatkan ilmu kita, sambil tak lupa selalu memohon bimbingan kepada-Nya agar kita makin mengenali diri kita, alam semesta sebagai cermin diri kita serta Allah sebagai Pencipta sekaligus Pemelihara segala sesuatu., Setuju ?

salam,sekadar untuk dikongsi dari saya yang banyak dosa ini..mudah mudahan kita semua senantiasa didalam pimpinanNYA…
Ini semuanya pun saya dapati dari guru guru kita yang lebih arif dan sebahagiannya dipinjam dari fahaman ahli sufi..
dalam jasad juga kalau mengikut huraian sultonal auliya sheik Abdul qodir jailani punya 4 roh(sila dirujuk kepada buku sirr al asrar dan lebih utama pada mursyid kita yang lebih memahami) yang masing masing punya tugas tersendiri dan sesuai juga dengan level ahli tarekat berkaitan..
1. Roh jasadi yang berinteraksi dengan alam mulki
2. Roh rohani yang berinteraksi dengan alam malakut.
3. Roh sultoni yang berinteraksi dengan alam jabarut.
4. Roh al quds yang berinteraksi dengan alam lahut.
Tetapi sudah pastinya jangan dibuat tulisan ini sebagai panduan yang mutlak harus ada pimpinan dan setrusnya juga harus ada suluk(berjalan dalam tarekat yang muktabar) dan setrusnya semuanya ini juga adalah tergantung sepenuhnya pada al quran dan as sunnah dalam 4 mahzab ahlu sunnah wal jammaah yang benar yakni maliki,hambali,hanafi dan safeei…
Wallahu a’lam..
Comment by tabiin — Thursday, January 1, 2009 @ 16:16
Assalamu Alaikum
Wah…. dalm sekali uraiannya, mudah-mudahan diberi pemahaman Oleh-Nya dalam qalbu ini.
Comment by akbar — Friday, January 9, 2009 @ 06:05
Assalamu Alaikum …..
@Wawan TBK
Salam kenal
nyambung mas
“Haromil hudsi”,A-Jabarut,A-Malakut,A-Mulki
tidaklah mudah untuk memahami kecuali dapat taufik dan hidayahnnya.
Comment by Adam — Tuesday, January 20, 2009 @ 13:05
Senangnya ya bisa memiliki guru…alhamdulillah
Tolong dibetulkan pemahaman saya berikut…sekedar hasil ngulik di Quran dan hadist dan bertanya2 pada orang2 yang sholih, dan beberapa buku rujukan seperti RLQ dan Rahasia Hati, maka ada 4 lapisan jiwa mikro yang terhubung dengan alam makro
1. Shodr : lapisan hati terluar : banyak berhubungan dengan syaitan dan nafsu dunia. Dekat dengan alam Mulk. Dalam bahasa Psyikologi disebut Alam Pikiran Sadar. berawal dari JASAD
2. Qolbu : Lapisan hati yang lebih dalam : ibarat pintu/pembatas antara dia dan Allah : pembatas antara urusan dunia dan urusan akhirat. Sering disebut RAS (Retikular Aktivasi System) : sebuah critical area antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Dekat dengan istilah alam malakut. PErtemuan antra alam JASAD dan ALAM RUH
3. Fuad : Lapisan hati yang paling dalam : Wilayah hati yang pertama kali mendapatkan cahaya via Ruh Ilahi : cahayanya bisa keluar menerangi jasad jika Qolbunya bersih : hati yang juga membentuk karakter dari luar : atas kebiasaan yang rutin : disebut juga sebagai alam pikiran bawah sadar. Dekat dengan istilah alam Jabarut. berawal dari Alam RUH
4. Baitullah Jiwa. Bukan bagian dari manusia, tapi ada di dalam jiwa manusia. Berada pada wilayah hati paling dalam. Tempat bersemayamnya Ruh dari Allah. Pusat perputaran Thowaf Hati manusia. Tidak ditemukan istilah psyikologi yang cukup pantas untuk alam ini. Dalam ilmu tasawuf mungkin cocok disebut sebagai alam Lahut.
Wallahu alam
Kang Zen
Sedang belajar mengenal Hati dari Allah
Comment by Kang Zen — Wednesday, January 21, 2009 @ 07:53
Alhamdulillah saya semakin mengerti tentang Alam ini…Semoga Anda selalu dalam naungan-Nya….
Salam kenal dari relung hati yang terdalam…
Mampir yaaah kepondokan kaum sufi…untuk bertukar pendapat…
http://pengembarajiwa.wordpress.com/
Comment by hina kelana414 — Saturday, January 24, 2009 @ 09:05
Assalamu’alaikum Wr,Wb
Allah Memeberkati Setiap Hamba2-Nya yang berjalan menuju kepada-Nya dengan Ikhlas, Sabar, Tawakkal dan Ridho. Semoga Apa2 yang ada di dalam Blog ini bermanfaat untuk seluruh Umat Muslim menjadi pencerah bagi Jiwa2 yang sedang di dalam kegelapan.
Aamiiin…..Aaaamiiin…. Yaa… Robbal ‘Aaalamiiin.
Wassalam
Pengembara Jiwa
Comment by pengembarajiwa — Wednesday, January 28, 2009 @ 16:00
Assalamualaikum wr.wb.
Salam cinta penuh damai…
Tulisan anda benar2 mencerahkan..hati……saya ingin kenal anda lebih dalam, Ini alamat email saya
robby3762@yahoo.com
Comment by hinakelana414 — Wednesday, January 28, 2009 @ 20:27
Sahabat2ku semua yang baik, Wa alaikum salam wr.wb.
@Adam
Semoga perkenalan kita Allah tingkatkan agar lebih memberikan barokah-Nya kepada kita semua..amien.
Betul sekali apa yg njenengan sampaikan mas Adam.
Alhamdulillah.
@Kang Zen
terimakasih atas kunjungannya dan semoga sering2 mampir lagi.
Tentang apa2 yang njenengan sampaikan di atas saya tidak berani mengoreksi di media tertulis ini, sebab dalam hal yg berkenaan dengan diri kita yang batin, berbagai ungkapan mungkin bisa kita tuliskan yang nampaknya beragam -secara verbal jasadiyyah-, tetapi sesungguhnya hanya melalui ‘rasa’ yang pada tiap2 kita bisa berbeda-beda, cara Allah menginspirasikannya berbeda2 sesuai dg kondisi kita masing2.
Mungkin yg bisa kita lakukan bersama adalah mendiskripsikan dengan sistematika yg secara jujur seperti yg kita mengerti saat ini. Biarlah kita menyerahkan kepada-Nya saja pengertian mana yg Allah pilihkan yg paling Haq buat kita masing2.
Tentu, bukan maksud saya bahwa tidak mungkin adanya kesatuan pemahaman yg sama di antara kita semua, tapi yg saya pahami bahwa Allah-lah yg paling dapat menyatukan secara haq dari semua pemahaman di antara kita.
Hal ini, menurut saya yg tidak berilmu ini, disebabkan karena Maha Sempurnanya Dia sebagai Pencipta, Pengatur, Pemberi ilmu dan hikmah kepada semua hamba sekaligus ciptaan-Nya. Wallahu a’lam bi shawwab.
@Pengembara Jiwa (PJ)
Amien..Ya Rabbal alamiin..
Terimaksih atas doa dan silaturahimnya pak PJ yang Allah rahmati. Juga atas izinnya untuk me-link blog ini dengan pondokan maya kaum sufi yg Bapak kelola
(http://pengembarajiwa.wordpress.com/)
@Hina Kelana414
Alhamdulillah jika apa2 yang Allah anugrahkan ini bisa bermanfaat bagi kita semua..
Saya pun berniat yg sama dengan njenengan, btw,data diri saya yg lebih rinci sudah sy emailkan ke japri njenengan..
Akhirul kata,
Wassalam,
wawan TBH
Comment by WawanTBH — Thursday, January 29, 2009 @ 18:11
Salam Sejati Mas Wawan
Malam itu akhirnya terbuka sudah kebodohanku
Ternyata perjalanan telah membuatku bingung akan sebuah definisi
Definisi tang tak pernah terdefinisikan
Ternyata semua palsu tak berarti apa apa kooosoooong
He he Jalan Cinta sungguhlah luar biasa
Jerit tangis kerinduan dan derai air mata kepasrahan
Oh getaran itu ketika datang menggetarkan seluruh jiwaku
Kadang kutak sadarkan diri mengikuti rasaaa itu
Kadang kuberperan sebagai seorang yang histeris tak bisa menahan kata berhamburan
Kadang ku hanya bisa terdiam menangis tak berdaya
Kadang ku hanya berteriak memuji KeagunganNYA dalam kelemahanku
Kadang ku mabuk ….. mabuk anggur cinta Ilahi
Membuat ku hanya bisa terduduk lemas tak bertenaga
Terbawa lamunanku yang kian melambung dan melambung semakin tinggi
Seakan aku hidup dalam dunia lamunanku yang tiada batasnya
Berjalan mondar mandir kesana kemari tanpa khawatir lagi
Lamunan itu membuat ku semakin dalam, dalam lamunan
Tak perduli orang berkata apa, sejelek apapun tak pernah kuhiraukan
Karena terlanjur kudapatkan keindahan walau hanya dalam lamunan
Sesuatu yang tak pernah disangka bisa kudapatkan di dunia nyata
Sekali lagi semua kudapatkan walau hanya dalam lamunan
Kutemukan diriku kosong terduduk dalam sebuah penyaksian
Dalam sebuah penyembahan yang tiada hentinya
Sungguh penyembahan yang tak terikat ruang dan waktu
Tak kusangka hanya kekosongan dan kekosongan yang kutemui
Kekosongan yang membangkitkan ketenangan yang luar biasa
Ketenangan yang membangkitkan kesadaran sang diri
Kesadaran yang sungguh tumbuh dalam lamunanku akan diri sejati
Bersinar bagaikan sinar sang surya yang terbit dari kedalaman dasar jiwaku
Terangnya mengikis habis semua kegelapan dalam relung jiwa
Sungguh Jiwa yang tercerahkan oleh kesadaran diri sejati
Sinarnya begitu menyilaukan mencorong tak satu makhluk pun kuasa menatap
Diam
Kosong
Hampa
Sirr
Yah ketika kesadaran telah meliputi sang diri
Saat itu dualitas telah lenyap dan hancur
Yang tinggal hanyal Esa tak berbagi
Meliputi semua kehadiran kita dimuka bumi ini
Kesadaran sejati tak terikat ruang dan waktu lagi
Tiada lagi benar dan salah karena semua untuk Yang Maha Meliputi
Tak terikat apapun karena yang tak berwujud sudah mewujud
Yah inilah sekedar lamunan si botoooool koooosoooong
Botol kosoooong yang hanya bisa melamuuun
Melamunkan botol kosoong nya diisi terus oleh Yang Maha Mengisi
Tapi isinya tetap kosooong habis terbuang berceceran
Sehingga lamunan si botoool kosooooong tak berkesudahan he he he
Matur nuwun saudaraku sedulur kabeh
Sudah mendengarkan omong kosong dari botol kosong yang lagi melongoooooo ngelamun doooooooooooooooooongoooooooooooooooooooooo
Wassalam
siBotol Kosong
Comment by kangBoed — Thursday, February 12, 2009 @ 00:55
Assalamualaikum sedulur kabeh…
Dari balik tirai hijab
Karena ‘cermin’ hati masih kotor
Dia selalu memanggil
Ya.. Memanggil jiwa dan ruh
Kembali… Kembali… Kembali…
Dan selarik cahaya menyeruak
Merobek sedikit hati yang masih terhijab
Menyadarkan jiwa dan ruh
Sehingga tersadarkan….
Oh… aku bukanlah diriku
aku bukan sebatas jasad yang berbentuk ini
aku ada yang memiliki
Kerinduan menyeruak dalam diri
untuk menemukan pemilik jiwa dan ruh ini
kami tersesat….
Ya tersesat dalam alam mulk ini
Dimana Kau hanya Pemilik Sejati AKU
Jangan biarkan aku bersama diriku dan selain MU
Kesadaran bertambah…
semakin bertambah…
Semula hanya kesadaran akal
Lalu kesadaran Jiwa dan Ruh
Lalu KESADARAN SEJATI hadir
merebut kesadaran yang ada
HANYA ADA AKU
AKULAH yang Dicari dan Mencari
Karena AKU wujudkan segala sesuatu
karena AKU CINTA DIRIKU..
Ya .. Karena AKU CINTA DIRIKU
Jangan buat AKU cemburu
dengan lupa kepada diri KU
dengan lalai akan anugrah wujudmu..
KEMBALI…KEMBALI
Comment by pencari — Thursday, February 19, 2009 @ 22:14
ass wr wb
pertama saya mohon maaf bila dlam penyampaian kalimat dan tutur kata kurang sopan atau yang lain lainnya mohon dimaafkan.setahu saya alam jabarut itu alam tempat menanam amal ibadah kita yaitu zakat sodakoh.pertama dimasukan dulu ke loh kolam baru di alirkan ke jabarut/pertanian sesuai dengan hadis nabi tenang zakat tks
Comment by yus rusmana jaya kelana — Monday, April 20, 2009 @ 21:01
Assalamu’alaikum,
Terima kasih telah membagi ilmunya, bertambah lagi ilmu agama saya yang masih “cetek” ini. Semoga Allah membuka pintu hati dan memberikan hidayah-Nya untuk memahami ilmu2 yang tidak kita dapatkan dikehidupan umum sehari-hari yang melenakan kita dari hakikat kehidupan sebenarnya, amin..3x ya Robbal ‘alamin…
Comment by bny — Saturday, April 25, 2009 @ 11:48
o,iya sekedar bertanya mas, itu gambar tokoh wayang siapa yah? dan apa maknanya, kok dipajang di artikel renungan ini?
Comment by bny — Saturday, April 25, 2009 @ 11:50
Assww
Maaf nih, mau nimbrung saja. Mas bny, salam kenal, mendahului tuan rumah blog ini nggih mas, kalau keliru jangan dipermalukan, nanti bisa-bisa dikatakan udah nimbrung, keliru lagi. Seingat saya gambar wayang ini namanya Dewasrani, nanti kalau ternyata bukan yo manut dhalange saja. Dia tokoh sakti raja negeri seberang. Kok cakep ya, eh lagi ini kata saya. Kalau dirasa-rasa prifile wayang tidaklah really proporsional dengan prifile tubuh manusia, karena yang tampak relatif hanya dua dimensi miring non simetri. Eh kebablasan wong hanya mau menyebut itu tokoh siapa. Sekali lagi, seingat saya dia yang disebut Dewasrani, selanjutnya monggo dhalangipun kemawon.
Wassww
Ihsan
Comment by Ihsan — Saturday, April 25, 2009 @ 16:27
Wass.wr.wb
Matur nuwun dan makasih kepada sahabat-sahabat yg telah berkenan mampir ke blog ini, terlebih yang telah berkenan berbagi pengetahuan…
Mas/Kang Yus Rusmana JK, yang baik
Yang anda ungkapkan benar, nampaknya sedikit berbeda dengan yang ada di blog ini, itu hanya karena sudut pandang kita yang tidak dalam satu posisi saja… Saya sendiri sangat berterimakasih dengan pengayaan dari mas/kang Yus..
Smg Dia yg Maha Ilmu semakin memperkaya ilmu kita..amien.
Mas Ihsan yg bijak,
matur nuwun penjelasan nama tokoh yg terpajang di atas.. Betul mas, itu memang Dewasrani, tokoh berwajah kesatria namun berjiwa sangat jahat.
Mas Bny,
mengenai beberapa gambar pewayangan yang sy pajang sebagai ilustrasi dalam blog ini, memeng sy maksudkan untuk mengingatkan diri saya bahwa hidup kita ini bagaikan ‘kehidupan’ para tokoh wayang. Di balik semua lakon, ada Ki Dalang yang menentukan, mengatur, menghidupkan dan mematikan para tokohnya, bahkan kalo perlu membubarkan semua konfigurasinya… Demikianlah kehidupan kita ini…, semuanya TERGANTUNG dan senantiasa BERGANTUNG pada KUASA dan KEHENDAK ALLAH SWT.
Smg persaudaran di antara kita senantiasa Dia bimbing, rahmat dan ridhoi..amien.
Comment by WawanTBH — Tuesday, May 12, 2009 @ 23:10