Beranikah Kita Mengevaluasi Iman billah Kita…?
oleh Wawan TBH
Sahabats…
Membicarakan tentang keimanan adalah mudah2 susah.., kenapa?
Sebab membicarakan keimanan adalah seperti kita membicarakan sesuatu dalam diri kita yang senantiasa berubah setiap saat, setiap kondisi…istilah jaman IT mah real-time…:)
Apalagi, sekarang ini keadaan dalam diri kita selalu dikalahkan dengan sikon di luar kita yg ‘nampak’ lebih menarik dari pada apa2 yg di dalam diri kita…

Selain selalu berubah-ubah, variabel perubah-nya pun sangat beragam, sehingga untuk setiap manusia tidak sama…, jadi satu kondisi pada seseorang bisa meningkatkan imannya, bisa jadi buat orang lain kondisi tsb malah menurunkan keimanannya…
Namun, jangan pesimis dulu sahabats,
Asalkan kita berani jujur dgn diri kita sendiri, selalu mohon agar Allah SWT membimbing kita, serta kita mau mencermati naik-turunnya keimanan kita sendiri, maka keimanan kita bisa dikenali dinamikanya…
Nah, dengan merujuk pada apa2 yg Rasulullah SAW ajarkan atau orang suci riwayatkan, mari kita evaluasi selalu keimanan kita masing2….(NB: jangan suka membanding2kan dgn keimanan orang lain…pengalaman saya hal itu tidak banyak manfaatnya…, lebih fokus saja pada apa2 yg Allah interaksikan dengan diri kita sendiri… biarlah iman orang lain Allah urus dengan ybs..)
Dalam IHYA ULUMUDDIN, Imam Al-Ghazali ra. mengutip sebuah riwayat, di sebuah haditsnya dengan seorang sahabat anshar, Haritsah r.a., Rasulullah s.a.w. menerangkan tentang keimanan cahaya atau ‘iman billah ini:
Suatu ketika Rasulullah s.a.w. sedang berjalan-jalan. Beliau bertemu dengan seorang sahabat Anshar bernama Haritsah. Rasulullah s.a.w. bertanya, “Bagaimana keadaanmu, yaa Haritsah?” Haritsah menjawab, “Hamba sekarang benar-benar menjadi seorang mukmin billah.” Rasulullah menjawab, “Yaa Haritsah, pikirkanlah dahulu apa yang engkau ucapkan itu, setiap ucapan itu harus dibuktikan …!” Haritsah menjawab, “Yaa Rasulullah, hawa-nafsu telah menyingkir, kalau malam tiba hamba berjaga untuk beribadah kepada Allah SWT, dan di waktu siang-hari hamba berpuasa… Sekarang ini hamba dapat melihat al-‘Arsy Allah tampak dengan jelas di depan hamba… Hamba dapat melihat orang-orang di al-Jannah saling kunjung-mengunjungi. Hamba dapat melihat penghuni an-Naar berteriak-teriak …” Maka Rasulullah s.a.w. berkata, “Engkau menjadi orang yang imannya dinyatakan dengan terang oleh Allah SWT di-qalb-mu.”
Merujuk pada riwayat tsb, di antara tanda2 keimanan yang disetujui oleh Rasulullah SAW adalah:
1. hawa-nafsu telah menyingkir
2. kalau malam tiba berjaga untuk beribadah kepada Allah SWT, dan di waktu siang-hari berpuasa
3. Saat ini mampu melihat al-‘Arsy Allah tampak dengan jelas, dapat melihat orang-orang di al-Jannah saling kunjung-mengunjungi dan mampu melihat penghuni an-Naar berteriak-teriak
Nah, sahabats pembaca yang baik…
Mari kita jujur mencermati keadaan diri kita sendiri, sudahkah kita memiliki satu atau lebih tanda2 keimanan tsb?
Jika jawaban kita adalah sudah, alhamdulillah kita harus menyadari bahwa itu semua adalah berawal dari anugrah-Nya yang seharusnya kita syukuri..
Jika jawaban kita, sudah sebagian…, alhamdulillah mari kita berjihad/berjuang terus untuk meningkatkannya..
Jika jawaban kita belum, Innalillahi wa inna ilaihi roojiun, marilah kita mohon ampun dan berjuang untuk senantiasa meningkatkan keimanan kita..
Semoga Allah Yang Maha Penyayang senantiasa membimbing kita…amien.
Wallabhu a’lam bi shawwab.

Terima kasih atas nasihatnya Mas Wawan. Evaluasi keimanan sesuatu yang penting untuk terus dilakukan agar senantiasa mengukur sejauh mana iman sejati telah tertanam.
Mohon izin untuk saya link websitenya ya Mas.
Comment by Muhammad Noer — Monday, January 26, 2009 @ 13:59
Silakan mas M. Noer, semoga bermanfaat…
Comment by WawanTBH — Tuesday, January 27, 2009 @ 21:55
boleh tahu email,insya allah bisa silahturohmi cp darat.
dalem di cikarang.
pingin ngangsu ilmu tasawuf.
Email:dj_ouxs@yahoo.com
minta di kirimi mursid + silsilahnya
maaf jikalau kurang sopan
Comment by abdi — Thursday, January 29, 2009 @ 09:46
Silakan mas/pak Abdi yang baik,
email saya: wawantbh@gmail.com dan triherma@yahoo.com
alamat: Jl. Purwakarta Raya no 162 Antapani Bandung, HP (XL) 081809193203 dan flexi 02276793963
Yang lainnya, Insy Allah sy jawab di email njenengan ya..
Matur nuwun kunjungannya.
Comment by WawanTBH — Thursday, January 29, 2009 @ 15:07
Salam kenal mas Wawan TBH sama sama orang Bandung mas he he he ijin kan si botol bodoh dan tolol yang masih kosong ini ikut urun rembug ya mas yang guaaanteng he he he
IMAN inilah Ruh atau Jiwa atau Esensi Shallat, shallat masih terputus putus tetapi iman 24 jam sehari tanpa putus, Seseorang tanpa sadar masih tak marah kalau ditanya kenapa kamu gak shallat dia masih bisa jawab sambil tersenyum, tapi coba kalo dia ditanya mengapa kamu gak beriman, he he he dijamin anda dimarahin bisa bisa digamparin….
Ternyata tanpa kita sadari sang diri tahu sekali pentingnya iman dan tak seorangpun yang mau disebut orang tidak beriman, tapi sebelumnya kita juga tetap harus melihat petunjuknya dan memeriksanya kedalam diri kita pribadi masing masing lepas dari menunjuk keluar dari diri kita, karena iman ini adalah urusan yang didalam diri masing masing dan modal terpenting bagi kita dalam melangkah.
Hei orang orang beriman maka akan tergetarlah hatimu ketika mendengar nama Allah,…….
Standar minimalis bagi kita kita semua yang mengaku sebagai orang orang beriman mari mari kita tanyakan kepada hati kita sudah kah kita tergetar ketika mendengar nama Allah, sudahkah hati kita tergetar ketika mendengar panggilan suara adzan membahana di angkasa, sudahkah hati kita tergetar ketika kita berzikir mengingat Allah ? jawab saudaraku, renungkan saudaraku, jangan saling tunjuk karena ini urusan kita masing masing dan akan menjadi pertanggung jawaban kita masing masing ayo jadi orang egois dalam arti yang positif jangan hiraukan yang lainnya tempuhlah jalan kedalam diri sampai engkau menemukan kesejatian.
Getaran hati maknanya sangatlah dalam getaran hati melambang pelbagai hal bisa getar kerinduan, getar ketulusan, getar kasih sayang, getar keikhlasan semua getaran hati tersebut ternyata buah dari cinta. Ternyata hanya cinta yang bisa membangkitkan getaran hati, karena itu mari kita tempuh jalan cinta mulai kita amenyadari semua perjalanan sang diri dan mencoba mulai mencintai Allah lebih sungguh lagi dalam cinta ada ketenangan dalam cinta ada kedamaian dan dalam cinta ada pemurnian.
Satu lagi sdrku Hei Jiwa yang Tenang (mutmainah) kembalilah engkau………
Siapa yang mau kembali dan bisa kembali kepadaNYA ternyata jiwa yang tenang bukan jiwa yang bergelombang. Jiwa menjadi tenang ketika dia menempuh jalan cinta menempuh pemurnian cinta pemurnian iman dan mulai merasakan kehadiran yang di cinta ternyata begitu dekat mulai menemukan dan memegang pegangan yang pasti ketenangan yang tidak di buat buat oleh pikiran tapi ketenangan yang muncul dari kesadaran sang Diri, ingat saudaraku ini semua baru standar minimal untuk kembali kepadaNYA, berat sepertinya begitu tapi coba tinggalkan pikiran dan logika kita semua buang semua dalil yang ada kita putihkan dan lemahkan dan mulai tempuh jalur cinta, cinta adalah penyerahan diri bulat bulat maka akan terjadi keajaiban besar bukan kita yang merubah diri kita tapi semua perubahan besar terjadi tanpa kita sadari inilah keajaiban ketika Sang Kekasih bekerja.
Matur Nuwun Kang Wawan TBH
Comment by kangBoed — Sunday, February 1, 2009 @ 16:04
salam semua ihkwan..
saya juga ingin menambah,sekadar mendengar cerita dari teman teman sufi yang lain,hanya mahu sharing mudah mudahan ada manafaatnya bagi kita yang banyak dosa ini…untuk mencapai tahap seperti dalam hadis yang diutarakan bukannya mudah perlu kepada bimbingan dan tuntunan,oleh itu jalan terbaik adalah untuk mencari mursyid yakni masuk suluk menyertai amal tarekat tarekat muktabar yang ada di nusantara ini contoh TQN,Idrisiyyah,Naksyabandiyyah,syatariyyah dll,tanpa kita ikut gabung pada jemaah sebegini sukar untuk kita sampai ketahap itu..dan keberuntungannya bila kita dapat diketemukan dengan mursyid yang murobbi(mursyid yang dapat membimbing murid mencapai darjat yang lebih tinggi hingga sampai ketahap memiliki nafsu kamil lagi mukammil)..berjumpa dengan mursyid sebegini adalah umpama kalau kota Jakarta,dia boleh menerangkan dengan lebih detail keadaan kota tersebut,nama jalan ,nama lorong dll banding dengan pemimpin yang hanya bertaraf mursyid yang hanya mampu menerangkan situasi jakarta berdasarkan yang garis kasar saja umpama meneyebutkan nama hotel terkenal,supermarket mall terkenal saja…mursyid yang bertaraf murobbi insyallah akan menjadikan manusia itu akan dapat mengendalikan setiap inderanya hatta keindera yang paling halus yakni lintasan hatinya hanya akan digerakkan sesuai dengan apa yang ada izin Allah swt sahaja,semoga rahmat Allah akan senantiasa bersama kita dalam mencapai station berkenaan…wallahu a’alam.
Comment by tabiin — Monday, March 16, 2009 @ 08:25