Thursday, February 12, 2009 | 15:18
Renungan

oleh Wawan TBH

Sahabats…
Tulisan ini terutama saya tujukan kepada diri saya sendiri, sekedar pengingat bahwa sebuah Hikmah adalah berbeda dengan “Etalase” dari Hikmah itu sendiri.

Hikmah yang sumber asalnya adalah Al-Hakim, adalah sesuatu yang tidak mampu dicerap oleh indera jasmaniah kita (jasmani/jasad/raga kita adalah makhluk penghuni Alam Mulk/Syahadah), Sedang ‘etelase’ hikmah di sini yang saya maksudkan adalah segala bentuk wacana verbal, baik tulisan ataupun pembicaraan lisan, yang berkaitan dengan suatu hikmah.

Etalase Hikmah ini dapat berupa buku, artikel hikmah dari koran, tulisan renungan, bahkan apa pun produk dari internet, termasuk website dan blog ini.
(selanjutnya…)

Sunday, February 1, 2009 | 07:40
Renungan

oleh Wawan TBH dkk (Tim PICTS)

Sahabats…

Alangkah bersyukurnya, seandainya iman kita Allah nilai sebagai Iman yang hakiki, yaitu Iman yang berupa Cahaya-Nya. Hal itu karena iman yang demikian mempunyai fungsi terhada hidup kita, a.l.:


• Sebagai sarana diturunkannya petunjuk (hudan).

Dengan adanya nur iman dalam diri kita, Allah memberikan petunjuk-Nya langsung ke dalam qalb kita, sehingga kita menjalani hidup ini dengan bimbingan-Nya.

“… dan barangsiapa yang beriman billah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada qalb-nya …”(QS At Taghaabun [64]: 11.)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal-shaleh diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanan mereka …”(QS Yunus [10]: 9)

“… dan sesungguhnya Allah Pemberi-petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada shiraath al-mustaqiim.”(QS Al Hajj [22]: 54)

(selanjutnya…)