oleh Wawan TBH

Suatu saat di sebuah majelis ilmu, Sang Guru dikerumuni oleh para santrinya.
Tiba-tiba salah seorang santri memecahkan keheningan suasana dengan bertanya:

Fulan : ” Wahai Guru, tolong nasihati saya tentang Dzikrullah, hati saya sedang melemah imannya, semoga dengan mendengar nasihat Guru, taufiq Allah SWT mendatangi saya….”

Guru : “Duhai anakku yang jujur, bersyukurlah engkau yang dikaruniai kejujuran…., sesungguhnya penjelasan tentang Dzikrullah, bisa singkat namun padat. Tetapi juga bisa panjang dan tetap padat kandungannya, yang manakah yang engkau minta?”

Fulan :” Kalau yang singkat?”

Guru : “Berkat dzikrullah-lah manusia yang sebenarnya tidak punyai eksistensi (keberadaan) menjadi punya keberadaan, walaupun pinjaman dari Allah SWT.”

Fulan :“Maksudnya?”
(selanjutnya…)