oleh Wawan TBH

Sahabats…
hidup adalah perjuangan untuk mengenal-Nya
mengenal af’al-af’al (perbuatan-perbuatannya)-Nya, agar kita dapat menirunya dengan menghapus ‘Maha’-Nya
mengenal shifat-shifat-Nya, agar Dia berkenan melebur kita ke dalam shifat-Nya
mengenal asma-asma-Nya, agar kita fana dalam asma-Nya
mengenal nafs (jiwa) kita sebagai salah satu ciptaan-Nya yang sempurna
mengenal jasad (raga) kita sebagai pintu gerbang mengenal nafs kita
bekerja adalah berupaya mengenal-Nya melalui peniruan cara Bekerja-Nya
Dia yang bekerja tanpa mengharap imbalan, karena semua imbalan berasal dari-Nya
Menikah adalah upaya mengenal-Nya dengan memadukan dua jenis ciptaan-Nya yang berbeda
lelaki dan perempuan memang dua makhluk berharkat mulia walau pemuliaannya dengan proses yang berbeda
maka hendaknya kita kombinasikan mereka dengan harmoni yang menghargai keunikan masing-masing
beranak adalah upaya mengenal tanggung jawab-Nya dengan meminjam amanah dari-Nya
anak adalah amanah-Nya, agar kita bercermin dan belajar dari tumbuh-kembangnya
beranak tidak sekedar melahirkan anak
melainkan juga proses belajar mengenali adanya keberadaan ciptaan
yang senantiasa bergantung pada Sang Pencipta dan Pemeliharanya
mendidik adalah upaya mengenal-Nya dengan mencoba berperan seperti sang Rabb bagi anak-didik
karena Sang Rabb tidaklah berbuat kecuali untuk kebaikan sang anak-didik
begitu pula hendaknya kita, tidaklah yang kita lakukan
kecuali untuk kebaikan bagi anak-anak kita
karena Sang Rabb-lah yang memberikan amanah kepada kita,
maka tidaklah balasan itu dari anak-anak kita
hanya kepada Rabb-lah seharusnya kita berharap imbalan dari pendidikan kepada anak
bermasyarakat adalah upaya mengenal-Nya melalui pengenalan aneka rupa ciptaan-ciptaan-Nya
karena masyarakat adalah ciptaan-Nya
maka kenali masyarakat dengan kita kenali Dia, Sang Pencipta sekaligus Pengaturnya
hanya dengan mengenali hukum-hukum-Nya dalam pengaturan masyarakat dengan baik
kita bisa mengelola masyarakat sesuai dengan Kehendak pengaturan-Nya

hmm… sungguh ruaaaaar biasaaa.. kekuatan penyerahan diri dalam tangis ketiada berdayaan dan sujud syukur… yang konsisten dilakukan setiap malam oleh insan hina.. menjadikan ALLAH sebagai sahabatnya setiap tengah malam.. dahsyaat.. luar biasa.. “The Invisible Hands”.. akan bekerja luar biasa.. merubah pribadi kita tanpa kita sadari..
Salam Sayang
Comment by KangBoed — Friday, May 22, 2009 @ 00:52