oleh: Wawan TBH

Dalam sebuah majelis, seperti biasanya Sang Guru Bijak Bestari dikerumuni santri-santrinya…

Guru : Anak-anakku yang tersayang, tahukah kalian cara Allah Rabbul ‘alamiin ini mengekspresikan ayat-ayat/kitab-Nya?

Santri : Tidak, wahai guru…mohon Guru menjelaskan kepada kami..

Guru : Ketahuilah anak-anakku, sesungguhnya Allah menjelaskan kita/ayat-ayatnya itu dalam 3 bentuk. Pertama, kitab Insaniyyah, kitab/ayat-ayat-Nya yang berupa diri kita yang utuh, meliputi ruh-nafs/jiwa dan raga/ jasad).
Di dalam struktur diri kita ini, jika kita dapat membacanya dengan akurat, kita bisa menyaksikan ayat-ayat(tanda-tanda) yang sangat jelas dari-Nya.

Guru : Kedua, kitab Kauniyyah (Penciptaan), Allah juga mengekspresikan ayat-ayat-Nya dalam bentuk semesta alam ciptaan ini. Mulai dari yang dapat diinderai (empirikal), hingga yang super inderawi (misalnya: alam jin, alam malakut/malaikat, dsb.)

Guru : ketiga, kitab Quraniyyah, segala kebenaran yang tertuang dalam kitab-kitab Suci (kitab pewahyuan Ilahi), seperti: Taurat, Zabur, Injil, Al-Quran. Demikian juga Kitab-kita yang diilhamkan kepada para orang-orang Suci, kekasih Allah.

Seorang pembaca kitab yang ‘mengerti’ tentu, tidak hanya bisa membaca salah satu jenis kitab saja, tetapi dia pun mampu membaca segala bentuk ekspresi dari ayat-ayat-Nya.
Bahkan dia tidak akan berhenti sampai pada ayat-Nya saja, tetapi dia akan mengingat dan berusaha mengenal karakter Sang Penulis.

Santri: Bagaimana agar kami bisa demikian, Guru?

Guru : Mulailah dengan menerima dan mensyukuri, serta menelaah dari yang terdekat dengan diri kita terlebih dulu. Artinya, bacalah dulu kitab insaniyyah-mu dulu… Kenali bagian dari ayat-ayat dalam struktur dirimu, temukan ‘huruf-huruf’-nya, kenali cara bacanya..

Kemudian, setelah kalian mulai agak bisa membaca ayat-ayat insaniyyah kalian, lengkapi dan selaraskan artinya dengan ayat-ayat Quraniyyah yang hendaknya sering juga kalian eja…

Lalu, temukan kesamaan artinya peristiwa sehari-hari yang kalian alami, karena sesungguhnya itu adalah kitab Kauniyyah-Nya…

Hal ini memang tidak mudah anak-anakku….
Tetapi dengan berbekal Keberanian, Ketabahan, Keuletan, Kemampuan dan Kesabaran, atau ada seorang guru yang menyebutnya sebagai 5 K Kunci keberhasilan hidup. Dan tak lupa dengan senantiasa mohomn bimbingan-Nya, Insya Allah…, kita akan bisa mencapai tahap itu..

Santri : Amiin…semoga kami mengerti dan mampu mengupayakannya.. terima kasih Guru…