IBNU ARABI: ASY SYEKH AL-AKBAR
Sahabat-sahabat yang baik…,
Belajar dari kehidupan seorang kekasih Allah tentu akan mendatangkan berkah dan manfaat yang banyak bagi kita. Untuk tujuan itulah kami ketengahkan copy paste tulisan Syeikh Idries Syah tentang seorang Waliyullah, Syeikh Al-Akbar Muhyiddin Ibnu Al-’Arabi, yang menurut kami merupakan salah satu tulisan yang paling baik dalam menggambarka sosok Syeikh Al-Akbar.
Naskah ini kami peroleh dari e-Book “Mahkota Sufi” karya Syeikh Idries Syah yang kami peroleh dari Sahabat Kuswandani.
Ternyata tulisan ini juga ada pada
http://media.isnet.org/sufi/Idries/Mahkota/Arabi.html.
Kami sangat berterimakasih kepada sahabat Kuswandani, serta semua pihak yang telah membantu sehingga kami memperoleh tulisan ini. Semoga Allah senantiasa membalas kebaikan sahabat-sahabat semuanya.
oo)(oo

“Bagi pendosa yang jahat, aku mungkin terlihat jahat. Tetapi bagi yang baik - - betapa luhurnya aku.”
(Mirza Khan, Anshari)
Salah satu pengaruh metafisis paling mendalam terhadap dunia Muslim maupun Kristen adalah ajaran Ibnu Arabi as-Sufi, dalam bahasa Arab disebut asy-Syekh al-Akbar (Mahaguru). Ia keturunan Hatim ath-Tha’i, yang masih termasyhur di kalangan bangsa Arab sebagai laki-laki paling dermawan yang pernah dikenal dan dalam Ruba8iyat versi FitzGerald disebutkan, “Ijinkan Hatim ath-Tha’i berseru: Pesta! “Jangan hiraukan dia!” (maksudnya karena terlalu seringnya menjamu orang¬orang lain).
Spanyol telah menjadi negeri Arab selama lebih dari empat abad ketika Ibnu Arabi (dari) Murcia dilahirkan pada 1164. Diantara nama-namanya adalah al-Andalusi, dan tidak diragukan dia lah salah satu tokoh terbesar dari beberapa tokoh besar Spanyol yang pernah hidup. Secara umum diyakini bahwa tidak ada puisi cinta yang lebih besar dari karyanya; dan tidak ada seorang Sufi yang begitu mendalam menarik perhatian para teolog ortodoks dengan makna batin dari kehidupan dan karyanya.
(selanjutnya…)




