Saturday, July 4, 2009 | 14:37
Nasihat | Buku Tashawwuf | Tashawwuf Dalam Kehidupan Kita

Dinukil dari Terjemah Kitab Ihya Ulumuddin jilid 2 karya Imam Al-Ghazali (penerjemah Ustadz Ahmad Rofi’ Utsmani)

Hari Jumat adalah hari Raya, Islam diagungkan oleh Allah SWT karena hari Jumat dan dikhususkan-Nya kaum Muslimin dengan hari Jumat ini.
Allah SWT berfirman:

” …Apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli…” (QS. Al-Jumu’ah 62: 9)

Demikian hal-nya pada hari Jumat tidak diperkenankan mengurusi urusan duniawi (yang berlebihan) dan tiap-tiap perbuatan yang menghalangi dari berangkat menunaikan shalat Jumat.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah SWT mewajibkan atas kalian shalat Jumat pada hariku ini dan pada tempatku ini.” (HR Ibnu Majah)

Beliau SAW juga bersabda,” Barangsiapa yang meninggalkan (shalat) Jumat tiga kali tanpa ‘udzur niscaya dicapkan oleh Allah pada qalbunya.” (HR. Ahmad)
(selanjutnya…)

Wednesday, June 17, 2009 | 14:32
Nasihat | Al-Quran | Hadist Tashawwuf | Buku Tashawwuf

Dinukil dari IHYA ULUMUDDIN karya Imam Al-Ghazali, terjemahan Ahmad Rofi’ Usmani jilid 3 hal 135-137

Sahabats…
Marilah kita sama-sama merenungkan hadist dan atsar berikut….

Nabi SAW bersabda, ” Barangsiapa yang membaca Al-Quran, kemudian berpendapat bahwa ada sesuatu karunia yang lebih utama dari pada yang dikaruniakan kepadanya tersebut, ia telah meremehkan apa yang telah diagungkan oleh Allah SWT.”(HR Thabrani)

Nabi SAW bersabda, ” Tiada yang memberi syafaat, baik nabi, malaikat, maupun lainnya, yang kedudukannya lebih utama di sisi Allah SWT dari pada Al-Quran.”(HR Thabrani)

Nabi SAW bersabda,” Andaikan Al-Quran berada di dalam kulit yang tidak disamak, niscaya ia tidak akan disentuh api.” (HR Thabrani)

Nabi SAW bersabda,” Ibadah umatku yang paling utama ialah membaca Al-Quran.” (HR Abu Na’im)

Nabi SAW bersabda,” Sungguh, Allah SWT membaca surah Thaa-ha dan surah Yaa-sin sebelum Ia menciptakan makhluk seribu tahun setelahnya. Maka ketika para malaikat mendengarkan Al-Quran, merekapun berkata, ‘Berbahagialah qalbu yang menghafalkan ini ! Berbahagialah lidah yang bertutur dengan ini !’ “ (HR Ad-Darimi)

Nabi SAW bersabda,” Yang terbaik di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR Bukhori)
(selanjutnya…)

Friday, April 18, 2008 | 03:12
Buku Tashawwuf

Sahabats…
Alhamdulillah ketika saya sedang lihat2 buku di Toko Buku Tashawuf “Pustaka Prabajati” jl. Purwakarta No 162 Antapani Bandung (pemilik http://www.tokobukusobari.blogsome.com), saya menemukan sebuah buku yang menarik hati saya untuk kita eksplorasi bersama.

Buku tersebut berjudul:
MELEJITKAN KECERDASAN HATI & OTAK , Menurut Petunjuk Al-Quran dan Neurologi, karangan putra Tasikmalaya yang bernama M.Yaniyullah Delta Auliya, penerbit PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2005. tebal 498 hlm, harga Rp. 55.000,-

Buku ini menarik (minimal buat saya) karena beberapa alasan:
1. Pengarangnya putra Indonesia yang mampu menyajikan hasil karya yang tidak kalah dengan penulis2 asing untuk bidang Kecerdasan Manusia.
(selanjutnya…)

Monday, March 10, 2008 | 04:37
Buku Tashawwuf
Cover Buku GSM 
Karya: Muhammad Raheem Bawa Muhaiyyaddeen
Alih bahasa: Herry Mardian
Harga: Rp 39.000,-
 
 
Back cover:
 
GURU SEJATI DAN MURIDNYA merupakan paparan nasihat seorang mursyid (pembimbing mereka yang berserah diri dan kembali kepada Allah) untuk para muridnya. Apa yang seharusnya diharapkan seorang anak dalam menempuh perjalanan taubat? Bagaimana seharusnya ia memandang perintah-perintah mursyid-nya? Bagaimana Sang Guru mendidiknya untuk mengendalikan hawa nafsu? Bagaimana ia menguji muridnya, dan sejauh apa kesungguhan yang harus dipersiapkan seorang murid jika ingin dipertemukan Allah dengan seorang mursyid sejati? Sedikit banyak, nasihat-nasihat Bawa Muhaiyyadeen ini akan memberikan gambarannya.
 
Dari sekian banyak orang sepanjang sejarah yang diizinkan Allah meraih pengenalan Tuhan dan diri sendiri—baik yang dikenal manusia maupun dirahasiakan-Nya— Bawa Muhaiyaddeen, oleh banyak pemuka perguruan sufi abad ke-20, berhasil teridentifikasi sebagai salah seorang diantaranya. Bukan itu saja, beliau bahkan telah berhasil mengenali misi hidupnya, jati diri-nya, bahwa ia diciptakan Allah sebagai seorang mursyid bagi para pencari-Nya di Srilanka maupun Amerika.
 
Itulah yang paling menarik dari buku ini. Berbeda dengan umumnya buku-buku kesufian yang berasal dari zaman keemasan Islam masa lalu, nasihat-nasihat Bawa sebagai mursyid disampaikan sesuai konteks kehidupan keseharian para muridnya yang berasal dari abad ke-20.
 
Inilah catatan nasihat seorang buta huruf yang berasal dari pedalaman hutan Srilanka, kepada para profesor maupun anak sekolah, direktur maupun pegawai rendahan, pria maupun wanita dari berbagai agama, bangsa dan usia, yang semuanya duduk bersama dengan takzim sebagai para muridnya. Buku ini dipersembahkan kepada siapa saja di bumi Indonesia ini yang menempuh jalan kembali pada Allah, dengan harapan untuk mengenal Allah dan mengenal diri sejatinya.[]