Thursday, November 19, 2009 | 13:08
Al-Quran | Hadist Tashawwuf | Renungan

oleh : Wawan TBH

Sahabats…
Pembahasan tentang takdir (qodho dan qodar) adalah sangat penting untuk membekali kita menjalani kehidupan ini. Kematangan kita dalam hidup ini sangat dipengaruhi oleh kesempurnaan keimanan kita terhadap takdir yang merupakan rukun ke-6 dari Rukun Iman.
Kami meyakini bahwa terdapat tahapan yang saling berkaitan dalam rukun-rukun dalam Rukun Iman tersebut.

Kesempurnaan iman kita terhadap Allah akan menentukan keimanan kita terhadap Malaikat-malaikat-Nya. Kesempurnaan iman kita terhadap Malaikat-Nya akan menentukan keimanan kita terhadap Kitab-kitab Suci-Nya. Kesempurnaan terhadap Kitab Suci-Nya menentukan kesempurnaan keimanan kita terhadap Para Rasul-Nya. Kesempurnaan keimanan kita terhadap Para Rasul-Nya menentukan kesempurnaan keimanan kita terhadap Hari Akhir-Nya. Dan kesempurnaan keimanan kita terhadap Hari Akhir-Nya menentukan keimanan kita terhadap Qodho dan Qodar-Nya (Takdir Allah)

Mengingat urutan tahapan di atas, kita tahu betapa kompleksnya persyaratan kesempurnaan iman kita terhadap takdir. Hal ini memerlukan mantapnya keimanan kita terhadap ke lima rukun sebelumnya dalam Rukun Iman.
(selanjutnya…)

Friday, July 31, 2009 | 15:24
Nasihat | Hadist Tashawwuf

Sahabats…
Seorang yang mengagungkan dan meneladani Rasulullah SAW pasti sangat ingin mengetahui apa yang beliau ajarkan tentang segala sesuatu.

Nah.., tentang malam tanggal 15 Sya’ban, atau yang dikenal dengan Malam Nisfu Sya’ban Rasulullah SAW di antaranya bersabda sbb:

Imam Ahmad meriwayatkan Rasulullah Saw. bersabda, “Allah mengampuni semua dosa hamba-hamba Nya pada malam Nisy fu Sya’ban kecuali dosa orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.”


Abdullah bin Mas’ud ra. berkata bahwa Nabi SAW telah bersabda,“Barangsiapa mengerjakan shalat di malam Nisfu Sya’ban 100 raka’at dan pada tiap-tiap raka’atnya membaca QS. Al-Fatihah (sekali) dan QS. Al-Ikhlas 5 kali, maka Allah SWT akan menurunkan/mengirimkan 500.000 malaikat. Tiap-tiap malaikat membawa satu daftar catatan (yang terbuat) dari cahaya. Mereka menuliskan pahala (orang yang shalat pada mala Nisfu Sya’ban) sampai hari kiamat.”

(selanjutnya…)

Sunday, July 26, 2009 | 06:39
Nasihat | Hadist Tashawwuf | Renungan

Sahabats…

Kisah tentang Iblis dengan sepak terjangnya dalam menggoyah keimanan manusia sangat bertebaran dalam kitab-kitab terdahulu. Al-Quran juga menegaskan bahwa Iblis adalah salah satu makhluknya yang harus kita cermati, waspadai tindak-tanduknya yang membahaykan keimanan kita.

Nah, dalam kutipan yang kami peroleh dalam bentuk copy e-book dari sahabat Kuswandani, sungguh kita dapat keterangan yang penting tentang berbagai taktik dan strategi, maupun kekuatan utama Iblis dalam menghancurkan keimanan kita.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah yang penting ini.
(selanjutnya…)

Wednesday, June 17, 2009 | 14:32
Nasihat | Al-Quran | Hadist Tashawwuf | Buku Tashawwuf

Dinukil dari IHYA ULUMUDDIN karya Imam Al-Ghazali, terjemahan Ahmad Rofi’ Usmani jilid 3 hal 135-137

Sahabats…
Marilah kita sama-sama merenungkan hadist dan atsar berikut….

Nabi SAW bersabda, ” Barangsiapa yang membaca Al-Quran, kemudian berpendapat bahwa ada sesuatu karunia yang lebih utama dari pada yang dikaruniakan kepadanya tersebut, ia telah meremehkan apa yang telah diagungkan oleh Allah SWT.”(HR Thabrani)

Nabi SAW bersabda, ” Tiada yang memberi syafaat, baik nabi, malaikat, maupun lainnya, yang kedudukannya lebih utama di sisi Allah SWT dari pada Al-Quran.”(HR Thabrani)

Nabi SAW bersabda,” Andaikan Al-Quran berada di dalam kulit yang tidak disamak, niscaya ia tidak akan disentuh api.” (HR Thabrani)

Nabi SAW bersabda,” Ibadah umatku yang paling utama ialah membaca Al-Quran.” (HR Abu Na’im)

Nabi SAW bersabda,” Sungguh, Allah SWT membaca surah Thaa-ha dan surah Yaa-sin sebelum Ia menciptakan makhluk seribu tahun setelahnya. Maka ketika para malaikat mendengarkan Al-Quran, merekapun berkata, ‘Berbahagialah qalbu yang menghafalkan ini ! Berbahagialah lidah yang bertutur dengan ini !’ “ (HR Ad-Darimi)

Nabi SAW bersabda,” Yang terbaik di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR Bukhori)
(selanjutnya…)

Friday, June 12, 2009 | 14:15
Nasihat | Hadist Tashawwuf

oleh Wawan TBH

Sahabats…
tidak terasa, kita telah berada di paruh kedua Jumadil Tsani yang artinya beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Rajab, salah satu dari 4 bulan yang Allah muliakan (haram). Tiga bulan haram lainnya adalah Dulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Untuk belajar memuliakan bulan-bulan yang Allah dan Rasul-Nya muliakan, saya kutipkan di bawah ini hadist-hadist tentang Bulan Rajab dari buku “Keaguangan Rajab dan Sya’ban” karya Abdul Manan bin Haji Muhammad Sobari, Penerbit Republika, 1992.

Rasulullah SAW bersabda,: “Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah, dan Sya’ban adalah bulanku, serta Ramadhan adalah bulan ummatku.” (Duratun Nashihin 1: 163)

Rasulullah SAW bersabda,:“Apabila telah datang hari Kiamat, maka ada suara memanggil: ‘Dimana para ahli Rajab?’
Maka memancarlah sinar, kemudian disusul oleh para malaikat yang diikuti pula oleh para ahli Rajab, dan mereka semua melewati Shirathal Mustaqim bagaikan halilintar yang menyambar. Selanjutnya mereka sujud kepada Allah karena bersyukur telah melintasi Shirathal Mustaqim.
Maka Allah SWT berfirman:” Wahai para ahli Rajab, angkatlah kepalamu pada hari ini sebab kamu sekalian telah bersujud di dunia pada bulan-Ku (Rajab). Pergilah kalian ke tempatmu masing-masing.”
(Duratun Nashihin 1: 165-166)
(selanjutnya…)