Thursday, August 6, 2009 | 14:36
Sufi di Nusantara | Komunitas Tashawwuf Nusantara | Pejuang Din Al-Islam

Sahabats…

Dalam rangka napak tilas dan upaya meneladani para Sufi, Ulama Pejuang Umat di Nusantara ini kami menghubungkan tulisan ini dengan situs-situs yang menampilkan Kisah Hidup dan Perjuangan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari.

sumber: http://www.nu.or.id/tfiles/Image/news/en/news101210562597.jpg

Kisah beliau selengkapnya di sini
Ada forum terkait tentang sejarah ulama di nusantara (versi nahdhiyyin)yang cukup pantas disimak (namun membacanya sebaiknya dengan penuh kedewasaan dan kesabaran) di sini.

Selamat menikmati silaturahim yang penuh barakah ini…

| 14:13
Sufi di Nusantara | Komunitas Tashawwuf Nusantara | Pejuang Din Al-Islam

Sahabats…

Di bulan-bulan yang penuh berkah ini memang ada baiknya kita ‘ngalap barakah’ dari Ulama-ulama Sufi Nusantara yang kiprah dan manfaat perjuangannya telah dirasakan oleh Umat Muslim sedunia.

Nah, kali ini kita kaji sejarah, perjuangan dari Syekh Ahmad Khatib Sambas…

Biografi selengkapnya kami kutip dari situs resmi Nadhatul Ulama (NU).

Semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kehidupan beliau…

Friday, August 1, 2008 | 14:38
Sufi di Nusantara | Komunitas Tashawwuf Nusantara

Sahabats…

Salah satu tanda ke-MahaSempurna-an Allah SWT dan ke-Luas-an Ilmu dan Hikmah-Nya adalah Dia izinkan tumbuh dan berkembangnya Thariqah-thariqah yang didirikan oleh para Kekasih-Nya yang suci, semoga keberkahan beliau2 Allah perkenankan sampai kepada kita..amien.

Dengan bantuan search-engine yang semakin marak di dunia cyber ini, kami berharap kita dapat ‘bersilaturahmi’ dan lebih mengenal sejarah, ajaran dan perjuangan para Kekasih Allah tersebut…

Manfaat apa yang ingin kita peroleh dengan silaturahmi ini? Yach.., minimal sebagai berikut:
1. Kita jadi dapat saling menghargai antar sesama pejalan suluk.
2. Kita dapat melihat betapa bijaksana dan penuh pengertian-Nya Dia yang mau didekati oleh hamba2-Nya dengan sudut pandang yang berbeda-beda.
(selanjutnya…)

Monday, May 5, 2008 | 16:31
Sufi di Nusantara | Komunitas Tashawwuf Nusantara | Pejuang Din Al-Islam

Sufi Legendaris dari Nangroe Aceh

Sejak lama Aceh telah dikenal sebagai satu-satunya daerah yang aksentuasi keislamannya paling menonjol. Selain menonjolnya warna keislaman dalam kehidupan sosio-kultur di sana, ternyata di Serambi Mekah ini pernah tersimpan pula sejumlah Sufi ternama semisal Samsuddin Sumatrani.

Syamsuddin Sumatrani adalah salah satu tokoh sufi terkemuka yang telah turut mengguratkan corak esoteris pada wajah Islam di Aceh. Sayangnya perjalanan hidup sang sufi ini sulit sekali untuk dirangkai secara utuh. Hal ini selain karena tidak ditemukannya catatan otobiografisnya, juga karena langkanya sumber-sumber akurat yang dapat dirujuk.
(selanjutnya…)

Tuesday, March 18, 2008 | 00:30
Komunitas Tashawwuf Nusantara

 

Arti Thoriqoh Shiddiqiyyah

Dari segi bahasa, Thoriq berasal dari kata THORIQ artinya JALAN, Shiddiqiyyah berasal dari kata SHIDDIQ artinya BENAR.
Jadi Thoriqoh Shiddiqiyyah artinya Jalan yang Benar, bukan jalan yang salah Dan dikatakan Thoriqoh Shiddiqiyyah sebab :
1. Silsilahnya melalui Sayyidina Abu Bakar Shiddiq r.a.
2. Ajarannya berdasarkan al-Qur’an dan Hadits Nabi Besar Muhammad SAW.

Tujuan Thoriqoh Shiddiqiyyah

1. Manusia dididik, dibimbing, dituntun agar dekat kepada Alloh yang sebenar-benarnya dekat (melalui praktek Dzikir Jahar Nafi Itsbat)

2. Manusia dididik, dibimbing, dituntun agar kenal kepada Alloh yang sebenar-benarnya kenal (melalui praktek Dzikir Sirru Ismu Dzat) Untuk tercapainya dekat dan kenal kepada Alloh, praktek Dzikir Jahar dan Sirri harus selalu ditingkatkan secara istiqomah.

3. Manusia dididik, dibimbing, dituntun agar menjadi manusia Taqwalloh, taqwa yang sebenar-benarnya Taqwa.
Untuk mencapainya ada 3 jalan pokok yang harus dilaluinya (dikerjakan), yaitu:

  • melalui Jalan Ibadah (Sholat)
      "Wahai seluruh manusia beribadahlah (Sholat) kepada Tuhanmu yang menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, barangkali kamu menjadi taqwa". (Qs: Al Baqoroh : 21)
  • melalui Jalan Puasa
      "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana diwjibkan atas orang-orang sebelum kamu, barangkali kamu menjadi Taqwa" (Qs: Al Baqoroh : 183)
  • melalui Jalan Dzikir
      "Dan tetapkanlah (hubungkanlah) jiwamu dengan kalimah Taqwa" (Qs:Al fath : 26) Untuk mencapai taqwa, Ibadah sholat, Puasa, Dzikir kalimah Taqwa harus selalu ditingkatkan. Dan apabila Taqwa telah tercapai tanda-tandanya diantaranya sebagaimana tersebut di dalam al-Qur’an: "Sesungguhnya orang paling mulia diantara kamu bagi Alloh ialah orang yang paling Taqwa diantara kamu". (Qs: Al hujurat : 13)"Sesungguhnya orang-orang taqwa itu berada di dalam Surga" (Qs: Alhijr : 45)
    Manusia dididik, dibimbing, dituntun agar menjadi Manusia yang berSyukur kepada Alloh.
      "Dan bersyukurlah kamu kepadaKu dan jangan kamu kufur" (Qs: Al Baqoroh : 152) Apabila kita telah menjadi syukur, Alloh akan meridhoinya, tersebut dalam Qur’an: "Dan sesungguhnya kalau kamu bersyukur, meridhoiNya (Alloh) kepada kamu". (Qs: Azzumar : 7)
  •  

     

    Faham Thoriqoh Shiddiqiyyah

    Faham Shiddiqiyyah adalah faham Tasawuf, yang dimaksud faham tasawuf adalah faham kebersihan jiwa.
    Orang-orang Shiddiqiyyah adalah orang-orang Tasawuf, orang-orang yang selalu menjaga kebersihan jiwanya.
    Jiwa harus dijaga dan dibersihkan dari sifat-sifat yang kotor, tercela, tak terpuji, dan diisi dengan sifat-sifat suci, bersih, terpuji, sebagaimana perintah Rosululloh di dalam Hadits yang berbunyi, “Takholaku bi akhlakillah” artinya: “Berakhlaklah kamu dengan akhlaknya Alloh”

    Dan jiwa yang suci, bersih, terpuji itu harus dihayati, diresapi sampai menjadi kenyataan di dalam pergaulan sehari-hari, di masyarakat.
    Tanpa memiliki jiwa yang suci, bersih dan terpuji, tak mungkin kita bisa dekat, kenal dan taqwa kepada Alloh, meskipun Dzikrulloh kita kerjakan sebanyak-banyaknya, tersebut di dalam al Qur’an:

    “Maka diilhamkan kepadanya sifat Fujur dan sifat Taqwa, sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwanya”. (QS: Asy-syamsi : 8).

    Oleh sebab itu mudah-mudahan Alloh selalu melimpahkan Rohmat dan HidayahNya, sehingga kita warga Shiddiqiyyah selalu dapat membersihkan dan menjaga, kebersihan Jiwa kita, serta akhirnya kita bisa dekat, kenal dan Taqwa kepada Alloh SWT (bisa merasakan adanya Alloh , bisa merasakan limpahan rohmat, berkat dan nikmat dari Alloh)

    (Diketik ulang dari buku “"Pembinaan Dasar-dasar agama Islam Thoriqoh Shiddiqiyyah dan Organisasi)

     

    sumber:

    http://www.shiddiqiyyah.org/profil.php